Taare Zameen Par

Kali ini aku tidak akan menuliskan tentang The King 2 Hearts (TK2H). Namun, bukan berarti karena aku sudah bosan, melainkan hanya untuk mengalihkan perhatian sementara waktu saja hehehehe. Maklum saja, semenjak terserang virus TK2H, jadi tidak tertarik menonton acara lain. Bahkan yang dulunya begitu tergila-gila dengan 1n2d, semenjak TK2H tayang jadi terhenti tidak tahu sampai kapan hehehehe.

Loh..kok masih bahas TK2H aja nih…next…

Sebelum membahas topik utama, aku akan bercerita sedikit tentang hobiku di masa lalu, tepatnya sebelum aku mengenal drama korea. Seperti yang sudah pernah aku ceritakan di postingan terdahulu, kalau aku sangat senang menonton drama, termasuk drama Hongkong dan Thailand, serta beberapa telenovela (kecuali sinetron Indonesia…mianhae, karena tidak cinta drama produksi dalam negeri hehehe).

Selain itu, dulu aku juga senang menonton film India, terutama sejak zamannya Kuch-Kuch Hota Hai. Gara-gara itu jadi suka dengan SRK-Kajol, dan hampir semua film mereka berdua ditonton termasuk My Name Is Khan yang ditonton berkali-kali, dari mulai lewat dvd bajakan, kemudian nonton di bioskop, sampai membeli dvd originalnya, yang sekarang sudah tidak diperdulikan lagi…mianhae ㅋㅋㅋㅋㅋ. Intinya dulu sangat senang mengkoleksi apapun yang berhubungan dengan itu, termasuk dvd maupun tabloid. Sekarang??? Koleksinya tidak pernah bertambah dan malah ditelantarkan begitu saja hehehe. Adikku mengatakan, kasihan kasetnya yang sudah tidak pernah di tonton lagi ㅋㅋㅋㅋㅋ

Nah, masuk ke topik utama. Sekarang aku akan menceritakan tentang sebuah film yang berjudul Taare Zameen Par yang dibintangi dan disutradarai oleh Aamir Khan, diproduksi tahun 2007. Film ini merupakan salah satu film box office di tahun 2007, dan berhasil memenangkan beberapa penghargaan, salah satunya adalah Best Film Award. Untuk info lebih lanjut bisa baca di sini.

Well, arti dari judulnya??? Sudah kukatakan, kalau dulu aku suka menonton film India, jadi aku tahu beberapa kosakatanya hehehe. Mari kita terjemahkan satu persatu.

Taare = bintang

Zameen = bumi

Par = ???

Tapi ketika DVD-nya dirilis, judulnya diartikan menjadi Like Stars On Earth.

Pertama kali menonton film ini saat ditayangkan oleh salah satu stasiun TV. Waktu itu sama sekali tidak tahu kalau film ini dibintangi oleh Aamir Khan (Aamir Khan muncul sudah hampir setengah durasi film). Jangankan pemainnya, judulnya saja tidak tahu. Waktu itu hanya iseng pindah-pindah chanel, eh, ketemu film ini. Aku menontonnya hanya bersama uri Eomma, karena yang lainnya sudah tidur. Entah kenapa saat melihat film ini yang pemainnya (yang muncul di awal cerita) sama sekali tidak ada yang aku kenal dan menarik, tapi aku tidak bergegas untuk menekan tombol remote untuk pindah saluran TV. Padahal kan, seperti yang telah aku tuliskan di sini, kalau aku selalu melihat siapa pemainnya terlebih dahulu. Namun, kemudian sudah begitu terlambat untuk menekan tombol remote karena aku sudah suka dengan jalan ceritanya, tidak peduli lagi dengan siapa pemainnya. Karena jalan ceritanya benar-benar mengharukan. Jadinya merasa surprise saat Aamir Khan muncul di pertengahan cerita, namun kemudian komentarnya berubah menjadi “pantas saja filmnya bagus, ternyata ini film Aamir Khan”. Soalnya film Aamir Khan memang jarang yang jelek. Kebanyakan sukses, lihat saja, Ghajini, dan 3 Idiots (dan DVD-nya) yang merupakan film tersukses ditahun produksinya masing-masing.

Film ini sangat berbeda dari film India lainnya yang biasanya hanya berkutat tentang cinta segitiga, harta, atau masalah cinta tanpa restu orang tua. Bahkan bisa dikatakan film ini sama sekali tidak ada momen romantisnya, karena tidak menceritakan tentang cinta antar pasangan. Namun, bukan berarti film ini tidak menceritakan tentang cinta. Hanya saja, cinta yang dikisahkan dalam film ini bukanlah cinta antar pasangan, melainkan cinta dalam keluarga antara orang tua dan anak, serta antara guru dan siswanya.

Film ini mengisahkan tentang seorang anak yang bernama Ishaan, menderita disleksia (secara singkatnya mengalami kesulitan dalam membaca dan menulis). Anak ini sangat senang melukis dan memiliki perilaku yang unik, namun nilai akademinya sangat buruk. Orang tuanya yang kurang memahami keadaan anaknya ini memutuskan untuk memasukkan anaknya tersebut ke sekolah asrama yang cukup jauh dari tempat tinggal mereka. Hal ini tentu saja membuat sang anak tersebut kecewa dan merasa tidak di inginkan oleh keluarganya. Sehingga, saat berada di sekolah barunya, dia jarang berbicara dengan temannya, bahkan menerima telpon dari keluarganya saja dia enggan.

Suatu hari ada guru seni baru yang datang ke sekolah tersebut (Ram Shankar Nikumbh diperankan oleh Aamir Khan). Guru ini memiliki pola mengajar yang unik sehingga semua siswa senang dengannya. Namun, Ishaan sama sekali tidak merespon apapun. Bahkan saat Ram menyuruh para siswanya melukis, Ishaan sama sekali tidak berganjak dari tempatnya. Kertasnya masih bersih, padahal dia sangat senang melukis. Hal ini membuat Ram merasa penasaran, dan mencoba mencari tahu semua tentang Ishaan. Akhirnya dia menyimpulkan kalau Ishaan merupakan anak dengan keadaan disleksia. Ram dengan sabar berusaha mengembalikan kepercayaan diri Ishaan, sehingga dia mulai mau belajar kembali dan akhirnya menjadi kebanggaan orang tua dan gurunya.

Film ini memang tidak ada adegan-adegan romantis, namun banyak hal yang bisa kita dapatkan dari film ini. Intinya wajib ditonton…

Advertisements

About diahaksaeng

Suka menonton drama-drama yang menarik
This entry was posted in Film and tagged , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s