My Thought about TK2H

Tidak terasa, akhirnya drama ini berakhir juga. Meskipun agak sedikit (hanya sedikit!!!) kecewa sih dengan endingnya. Kecewa di sini bukan berarti gimana gitu, hanya saja, merasa waktu happy ending untuk seluruh royal family sangat sedikit. Setidaknya ingin bisa melihat lebih banyak interaksi antara Jae Ha dan anaknya. Misalnya adegan seperti perayaan ulang tahun anaknya hehehe (khayalan tingkat tinggi). Tapi mau bagaimana lagi, sudah seperti itu. Well, kata uri Eonni, Seunggi masih belum cocok untuk berperan menjadi seorang ayah hahahaha. Dia bilang, kesannya itu anak seperti adiknya bukan anaknya. Pokoknya kata uri Eonni, Seunggi masih belum mengerti hahaha, seperti kata Hodong saat Seunggi selalu penasaran dan bertanya tentang kenapa para Hyung yang sudah menikah itu suka keluar rumah, dan jawaban Hodong : “Coba saja, Kau akan mengerti setelah mengalaminya” wkwkwkwkwk (1n2d ep 154).

Meskipun masih belum bisa membayangkan Seunggi jadi bapak-bapak, tapi tetap suka dengan adegan ini :

Diluar masalah waktu “happy family” itu, aku pikir semuanya sangat mengesankan. Harus diakui, drama ini memiliki cerita yang sangat mendalam, tidak seperti kebanyakan drama sekarang yang hanya mengedepankan masalah percintaan. Sang penulis drama ini sangat berani memaparkan isu-isu yang cukup (sangat) sensitif yang mungkin bagi sebagian orang akan sangat membosankan. Namun, hal tersebut dikemas dengan sangat baik dan menarik, serta sangat realistis. Ditambah dengan musiknya…ah, I Love Everything about this drama, even the crazy Kim Bong Goo (asal jangan bagian magic show-nya saja, so scary) hahahahaha. Uri Eonni selalu mengatakan si Bong Goo imut…itu hal yang masih tidak kumengerti, imut dari mana coba, dasar selera yang aneh hahahaha.

Bicara masalah kerealistisan penulisan drama ini, memang pantas untuk diacungi jempol. Hal ini bisa kita lihat dengan lebih jelas di dua episode terakhir. Terutama masalah politik. Disitu digambarkan bagaimana negara-negara yang berkuasa saling menggertak negara-negara yang lebih kecil demi kepentingan masing-masing. Meskipun ini sepertinya memang tidak menyenangkan untuk ditonton, apalagi bagi yang negaranya disinggung (untung negara kita tidak termasuk ya hehehehe), tapi memang seperti itu kenyataannya. Seperti ancaman penyerangan sebuah negara yang hanya didasarkan pada sebuah serangan bom dan diduga pelakunya berkebangsaan negara tersebut. Padahal belum pasti benar (dan nyatanya memang tidak benar, karena serangan bom itu hanyalah akal-akalannya Kim Bong Goo), namun hal itu dijadikan alasan untuk melakukan penyerangan terhadap suatu negara. Kalaupun itu benar, apakah hal itu pantas dijadikan suatu alasan untuk menghancurkan negara orang lain hanya dikarenakan perbuatan sekelompok orang???

Terus terang hal ini mengingatkanku pada peristiwa beberapa tahun yang lalu saat terjadi sebuah serangan bom yang sangat heboh di negara tersebut, yang kemudian dinyatakan bahwa serangan itu dilakukan oleh sekelompok organisasi agama tertentu yang bermarkas di suatu negara. Hal ini kemudian dijadikan alasan untuk menyerang negara tersebut. Padahal tujuan utamanya hanya untuk mencari pemimpin organisasi yang dikatakan sebagai sumber teroris itu, tapi yang terjadi malah membuat negara tersebut hancur dan menjadi tanah yang tandus. Itu adalah sebuah kenyataan yang sangat menyedihkan.

Selain itu, ada beberapa adegan yang benar-benar ditunjukkan dengan sangat jelas, yaitu diepisode 15, saat para petinggi WOC membahas siapakah yang pantas menang antara Korea vs Amerika. Saat itu, Jenderal Cina mendukung Amerika, dengan mengatakan meskipun mereka juga tidak menyukai Amerika tapi kali ini tim Korea sudah keterlaluan. Pernyataan ini disambut oleh Jendral Korea Utara yang menyatakan “kalau kalian berdua ingin berkelahi (maksudnya Cina dan Amerika), berkelahi saja sendiri, kenapa harus bawa-bawa kami (Korea Utara-Selatan)”. Dialog ini sangat-sangat jelas menggambarkan bagaimana sebenarnya kedua negara tersebut terpisah akibat kepentingan negara lain yang memiliki kekuasaan yang lebih besar. Penulis naskah drama ini benar-benar berani, masalahnya yang disindir itu bukan sembarang orang melainkan negara besar hehehehe. Tapi memang kenyataannya seperti itu…Benar-benar kagum dengan si penulis.

Ah…ada lagi satu adegan di episode 5, saat berita tentang perjodohan Lee Jae Ha dan Kim Hang Ah bocor ke publik, dan raja Lee Jae Kang akan berusaha untuk menjelaskannya, tapi Jae Ha mengatakan untuk tetap diam saja. Dia bilang mereka hanya perlu skandal politik ataupun skandal selebritis untuk menutupi berita itu. Hal tersebut memang terjadi dalam dunia nyata. Meskipun aku kurang mengerti dengan dunia politik, apalagi masalah politik Korea Selatan (politik negara sendiri saja aku tidak ambil pusing wkwkwkwkwkwk), namun biasanya mereka menggunakan skandal selebritis untuk menutupi sebuah skandal yang lebih besar. Hal ini membuat aku berpikir kalau kasusnya Hodong termasuk salah satunya. Poor Hodong….

Eh, satu lagi… Disini juga diberitahukan dengan jelas bagaimana seseorang yang berkuasa bisa bebas dari kewajiban yang dimiliki warga biasa yang ditunjukkan di episode 13, dimana Jae Ha membahas kalau ternyata Perdana Menteri itu tidak pernah ikut wajib militer…

Intinya, jalan cerita drama ini benar-benar keren, ditulis dengan cara yang begitu realistis, selain masalah monarki konstitusional dan reunifikasi tentunya. Tapi, gara-gara drama ini, aku berharap suatu hari nanti, mungkin reunifikasi akan sangat sulit, tapi setidaknya kedua negara tersebut bisa hidup damai tanpa perlu mengkhawatirkan adanya peperangan, sehingga wajib militer ditiadakan hahahaha, Ini sih maunya aku biar para aktor tidak perlu wamil hehehehehe.

Kalau masalah soundtracknya (alangkah sempurnanya jika Seunggi juga menyanyikan satu lagu saja….), aku paling suka lagu “Love is Crying” by K.Will, karena pada dasarnya aku memang pecinta musik ballad. Tapi lagu ini memang benar-benar sangat menyentuh. Musik + lirik + suara K. Will = benar-benar sangat menyedihkan. Saat mendengarkannya saja bisa ikut sedih, apalagi sambil membayangkan adegan jalan kaki 60km selama 8 jam (ep 4), adegan setelah Jae Ha memberitahu Hang Ah kalau semua yang dia lakukan hanyalah akting (ep 6), serta adegan penyelamatan Hang Ah (ep 18).

Juga suka lagunya Lee Yoon Ji “First Love”, barulah kemudian lagu Missing You Like Crazy  by Taeyeon.

Jadi secara garis besar, sangat-sangat suka dengan drama ini. Menurutku, sampai saat ini, mungkin drama ini adalah The Best, dari sekian banyak drama yang telah aku tonton, dari segala aspek, baik itu cerita, karakter, musik dan sebagainya. Meskipun drama ini mengangkat tema yang agak berat, namun bisa mengemasnya dalam bentuk yang sangat menarik. Yang paling penting No Love Triangle.

 Out Of Topic…

ini ada beberapa foto saat Wrap Party. ( credit as labelled)

Meskipun seperti baru bangun tidur, tapi aku suka melihatnya. Akhirnya Seunggi balik kebentuk semula yang imut hehehehe. Meskipun aku juga suka saat dia jadi Jae Ha, tapi tetap lebih suka si imut dan Chubby Seunggi hehehe.

Komentar uri Eonni yang agak-agak mengesalkan : “Kasihan ya Seunggi, demi Ha Jiwon, dia rela tampak lebih tua di TK2H, udah gitu hitam lagi wkwkwkwkwk”

Apa-apan itu, tapi memang benar sih, dilihat diepisode-episode akhir, tampaknya Jae Ha kok makin hitam saja, padahal dia kan orangnya sangat menjaga jangan sampai gosong terkena sinar matahari.  Jadi ingat saat masih zamannya 1n2d, dia tidak pernah lupa menggunakan suncream, apalagi saat mau main drama pasti perlindungannya berlapis-lapis (1n2d ep 167).

Melihat foto itu, lagi-lagi uri Eonni berkomentar : “Ya ampun Seunggi, apa-apaan itu, seperti orang baru bangun tidur saja. Lihat bajunya, bahkan di 1n2d saja dia tidak pernah menggunakan baju sejelek itu. Itu seperti baju dalaman”.

Ah…uri Eonni ada-ada saja. Meskipun dia seperti baru bangun tidur, dan bajunya hmmmm, tapi tetap imut, dan tampak seperti anak kecil, sangat jauh berbeda  dengan Lee Jae Ha.

Kesan pada episode akhir~~~~~

Karena saking tidak sabarnya, jadi begitu raw episode diupload langsung didownload dan ditonton, meskipun tidak sepenuhnya mengerti. Kali ini, tumben-tumbenan uri Eonni ikut-ikutan nonton, padahal biasanya dia paling anti menonton yang tanpa subtitle. Tapi entah kenapa 2 episode akhir dia malah ikut nonton denganku. Alasannya karena dia tidak bisa tidur…

Nah, berhubung menontonnya tanpa subtitle, ya meskipun bisa mengerti sedikit-sedikit, tapi tetap saja ada yang kurang, apalagi inti drama ini ada di dialognya. Jadi pertama kali menonton episode akhir ini, aku terpaksa sependapat dengan uri Eonni, bahwa episode akhir ini sedikit membosankan dan hanya suka bagian “Eomani”. Bahkan Eonni berkata kalau episode 19 lebih baik.

Namun, begitu subtitlenya keluar, dan kami menontonnya kembali. Baru dipertengahan, Eonni mengatakan, “tidak membosankan ya menontonnya dengan subtitle” ㅋㅋㅋㅋㅋ, pendapatnya berubah 180 derajat. Eonni mengatakan, “bagus ya endingnya, jelas, tidak dibuat rancu. Biasanya drama lainnya, saking ingin membuat penasaran, endingnya dibuat tidak jelas”

Memang didrama ini, kita tidak akan bisa hanya dengan membaca bahasa tubuh mereka seperti pada drama-drama lainnya, melainkan harus memahami dialog-dialognya yang penuh dengan makna.

Meskipun drama ini sudah berakhir, namun kami masih saja suka mendiskusikannya. Seperti, bagaimana selama itu Jae Ha berhasil menyembunyikan IQnya. Dia masih penasaran, apakah semua orang tidak tahu dengan IQ Jae Ha yang sebenarnya????? Soalnya, hal itu bisa menjadi pemicu dalam perebutan kekuasaan (akibat terlalu banyak nonton drama sageuk). Lalu membahas, sepertinya kekuatan Jae Ha semakin besar akibat kebodohan Perdana Menteri ㅋㅋㅋㅋㅋ. Terus kalau sedang nonton bersama, pasti ada saja pertanyaan-pertanyaan bodoh yang keluar dari mulutnya, seperti di ep 19, saat Hang Ah muncul untuk menyelamatkan Jae Ha, Eonni bertanya, dari mana Hang Ah mendapatkan senjata itu? Lalu saat adegan “Everland Date”, Eonni bertanya lagi, dari mana mereka beli minuman itu, padahal kan disitu tempatnya kosong???? Aigooo,,,,,Begitu dia sudah mulai kumat mengeluarkan pertanyaan-pertanyaan tidak pentingnya itu, maka aku akan menjawab “Kalau itu semua diceritakan, episodenya jadi panjang, masa’ harus dilihatkan, pergi ke tokonya dululah apalah, not important at all”. Kalau sudah begitu, Eonni akan langsung diam ㅋㅋㅋㅋㅋ

Eonni bilang dia akan mengulang menonton episode-episode awal, karena dia lebih suka melihat Jae Ha saat masih kekanak-kanakan….

Advertisements

About diahaksaeng

Suka menonton drama-drama yang menarik
This entry was posted in Uncategorized and tagged , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s