Sageuk Unik

Setelah Bolly Unik dan TK2H Unik, maka kali ini aku akan membahas tentang keunikan yang ada di drama sageuk. Maklum saja masih dibawah pengaruh Yi San hehehe.

Setelah menonton 3 drama sageuk yang semuanya disutradarai oleh orang yang sama, maka banyak hal yang menarik perhatianku. Hal tersebut termasuk pakaian dan cara bicaranya.

Entah kenapa, aku suka melihat hanbok (pakaian tradisional Korea), terutama hanbok yang dikenakan oleh selir raja. Modelnya unik, dan yang terpenting menutup aurat.

Kalau cara bicara memang berbeda dengan yang mereka gunakan di drama modern. Bahasanya sih sama, masih tetap sama-sama bahasa Korea, hanya saja tata bahasa yang mereka gunakan itu yang berbeda. Terutama kata-kata yang mereka gunakan saat berbicara dengan keluarga kerajaan. Tidak boleh menggunakan bahasa yang kurang sopan terhadap keluarga kerajaan. Jangankan bahasa yang kurang sopan, memanggil namanya saja tidak boleh. Di zaman dinasti joseon, anggota keluarga kerajaan hanya boleh dipanggil namanya oleh anggota keluarga kerajaan superior, misalnya, pangeran hanya akan dipanggil dengan namanya oleh ibu yang melahirkannya dan juga raja. Namun, begitu dia sudah diangkat menjadi putra mahkota, maka biasanya dipanggil dengan sebutan seja. Kalau orang lain akan memanggilnya dengan sebutan seja jeoha atau hanya dengan jeoha. Anak dari  seja yang akan menjadi penerusnya disebut seson jeoha. Kalau sudah menjadi raja, maka akan dipanggil dengan sebutan jeonha. Kalau yang superior seperti ibu suri akan memanggil raja dengan sebutan jusang. Kalau seseorang yang telah mendapatkan perhatian istimewa dari raja atau , menjadi dayang istimewa (Seungeun sanggung) maka akan dipanggil dengan nama keluarganya ditambah dengan mamanim. Contoh : Seong Song Yeon setelah menikah dengan raja, namun masih belum diakui sebagai selir, maka dipanggil dengan sebutan Seong Sanggung Mamanim. Namun, jika sedang berbicara berhadapan langsung dengannya, maka cukup dipanggil dengan Mamanim. Setelah secara resmi diakui sebagai selir raja (dengan banyak jenis tingkatan, yang tertinggi adalah yang bergelar Bin, misalnya Choi Dong Yi menjadi SukBin), maka akan dipanggil dengan gelarnya ditambah Mama dibelakang gelarnya. Contohnya : Dong Yi, setelah mendapatkan gelar SukBin maka dipanggil dengan SukBin Mama (untuk orang biasa), atau Choi SukBin atau SukBin Choi Ssi (untuk superior). Namun, jika berbicara berhadapan langsung dengannya, cukup dipanggil dengan Mama. Yang boleh memanggil nama asli selir hanyalah raja sendiri. Selain itu, juga ada kata-kata khusus yang menandakan itu berhubungan langsung dengan raja. Intinya, bahasa yang digunakan itu khusus, dan yang boleh memanggil nama anggota keluarga kerajaan hanyalah anggota keluarga kerajaan yang superior, seperti kalau nama raja hanya boleh dipanggil oleh ibunya. Apalagi kalau sampai seperti yang dilakukan Kim Hang Ah di TK2H, memanggil raja dengan namanya (Lee Jae Ha Dongji), dan yang paling parah menyebutnya sampah didepan raja sendiri. Kalau itu semua terjadi di zaman dinasti Joseon bisa-bisa Kim Hang Ah akan dihukum mati, atau paling ringan akan diasingkan. Beruntung Kim Hang Ah hidup dizaman modern, jadi hukumannya hanya dipulangkan ke negara asalnya hehehehehe. Selain itu, dizaman dinasti Joseon, cara bicara juga diperhatikan dari kedudukan seseorang. Meskipun orang tersebut masih muda, tapi sudah memiliki jabatan yang tinggi dipemerintahan, maka orang lain yang lebih tua yang statusnya lebih rendah, wajib berbicara menggunakan bahasa formal dan sopan.

Lalu apanya yang unik dengan bahasanya? Entahlah…yang jelas suka mendengarnya. Kedengarannya sangat unik ditelinga hehehe.

Selain 2 hal yang menarik tersebut, masih ada beberapa hal yang kusebut dengan istilah “unik”. Mari kita cek satu persatu.

  1. Waktu

Lagi-lagi waktu ya… jadi ingat TK2H Unik hehehe. Masalah waktu yang membuat aku bingung adalah waktu siang dan malam. Kadang, di tempat yang satu latarnya sepertinya siang, tapi ditempat lain malah sepertinya malam hari. Padahal itu diceritakan dalam waktu yang berdekatan o.O

 2. Lilin

Apanya yang unik dengan lilin????? Di zaman dinasti Joseon, mereka masih belum menggunakan lampu seperti kita sekarang ini. Otomatis penerangan yang mereka gunakan saat malam hari adalah lilin. Tapi uniknya, hanya dengan satu atau dua buah lilin sudah bisa menerangi seluruh ruangan itu. Bahkan cahayanya lebih terang dari lampu yang biasa kita gunakan saat PLN memutuskan aliran listrik 😀 . Beda jauh dengan kualitas lilin disini hehehe. Kalau saja lilin itu ada dijual disini, aku mau beli ah…

3. Pemain yang sama

Sebuah drama kolosal pastilah memiliki jumlah pemain yang sangat banyak. Dari peran yang sangat penting sampai peran yang hanya sekedar numpang lewat. Nah, mungkin untuk mengurangi pengeluaran hanya untuk mengupah pemain yang perannya hanya sedikit, jadi beberapa pemain digunakan untuk berbagai peran yang berbeda. Contoh nyata yang kutemukan didrama Dae Jang Geum, yaitu yang memerankan Min Seo Hyeon (anak Jang Geum dan Min Jung Ho), ternyata ada di episode awal bersama Jang Geum kecil disaat mereka masih menerima pelatihan untuk menjadi dayang. Di  Yi San juga ada orang yang menjadi pelayan, eh di beberapa episode selanjutnya tiba-tiba menjadi tabib hehehe.

4. Dialog

Tapi sepertinya ini tidak hanya ada di drama sageuk, melainkan hampir disemua drama. Lalu apa sih dialognya???

“kenapa wajahmu tampak seperti itu? Kamu pasti sudah kehilangan banyak berat badan dalam beberapa hari ini”

Tapi….sebagai penonton aku tidak melihat adanya perbedaan itu lol 😀

 

Begitulah beberapa keunikan yang kutemukan di 3 drama sageuk yang telah kutonton, jika ada yang mau menambahkan, sangat-sangat dipersilakan 🙂

Advertisements

About diahaksaeng

Suka menonton drama-drama yang menarik
This entry was posted in Uncategorized and tagged , , . Bookmark the permalink.

One Response to Sageuk Unik

  1. Agung Puri says:

    Kapan ya aq bza k korea selatan, pingin makai hanbok sama tang yi kerajaan
    #berharap sekali

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s