Thoughts on The Painter of the Wind

Gara-gara drama Lovers in Paris, atau tepatnya karena Park Shin Yang, jadinya nonton  바람의 화원 (baramee hwaweon) atau The Painter of the Wind, yang dibintanginya bersama dengan Moon Geun Young.

Ah…kenapa akhir-akhir ini aku jadi menyukai aktor-aktor yang sudah cukup berumur dan wajahnya tidak bisa digolongkan menjadi aktor tampan lol. Sepertinya standarku sudah mengalami penurunan. Padahal dulu, jangankan untuk suka, melihatnya saja enggan. Tapi sekarang????? Wae iraeyo jeongmal… -_-;;;;

Setelah Lee Seo Jin, sekarang Park Shin Yang… Aigooo!!! Eh, tapi keduanya adalah A-list Actor loh, dan juga, sama-sama memiliki dimple. Seunggi juga punya dimple. Jadi, sebenarnya yang kusukai itu adalah dimple-nya???? Ah…Seungginim, kapan dramamu akan rilis??? Ppallimyeon an dwelkkayo? Neomu neomu bogo shipeoyo 😦 

3 Actor with dimple ^^

dimple1dfriend200929

Ya sudah…bukan itu juga yang ingin kubahas. Kita skip saja ya 😀

Kali ini aku ingin membicarakan tentang drama The Painter of the Wind. Meskipun aku masih belum selesai menontonnya (tapi sudah nonton episode akhir 😛 ). Jadi, ini semua barulah penilaian awal saja.

Drama ini berlatarkan zaman dinasti Joseon di masa pemerintahan Raja Jeongjo. Melihat dari judulnya, sudah pasti drama ini lebih fokus ke pelukis atau yang disebut dengan 화원 (hwaweon). Drama ini murni fiktif. Meskipun begitu, ada beberapa karakter yang memang nyata seperti Raja Jeongjo dan beberapa orang lainnya..

Nah, karena ada beberapa karakter yang memang sama dan sudah kuketahui sebelumnya lewat drama Yi San. Jadinya tidak mungkin bagiku untuk tidak membandingkannya dengan drama Yi San.

Hal yang pertama sekali yang terlintas dipikiranku tentu adalah aktor yang memerankannya. Di drama ini, Raja Jeongjo diperankan oleh Bae Soo Bin. Jadinya lucu, mengingat Bae Soo Bin juga memerankan Cha Cheon Soo yang jatuh cinta pada Dong Yi (di drama Dong Yi) yang merupakan ibunya Geum / Raja Yeongjo, dan Raja Yeongjo itu merupakan kakeknya Yi San / Raja Jeongjo. Jadi, Cha Cheon Soo bereinkarnasi jadi cicit Dong Yi???? Hahahaha

Berdasarkan kharisma, sorry Bae Soo Bin, tapi jika dibandingkan dengan Lee Seo Jin yang juga memerankan tokoh yang sama di Yi San, masih sangat jauh…… mungkin juga karena aku sudah terlanjur suka dengan Raja Jeongjo di Yi San yang diperankan oleh Lee Seo Jin. Jadinya, ketika melihat Bae Soo Bin yang memerankannya rasanya kurang sesuai saja hehehehe.

Selain Raja Jeongjo, tokoh yang juga diceritakan di drama ini adalah Ratu JeongSun (istri Raja Yeongjo) yang merupakan nenek tiri Yi San. Di drama ini diceritakan kalau Ratu Jeongsun punya selingkuhan. Kurang tahu benar atau tidaknya, karena di drama Yi San tidak pernah disinggung tentang kehidupan asmaranya. Tapi kalaupun benar, bisa dimaklumi sih… bayangkan saja, dia menikahi Raja Yeongjo saat berusia 15 tahun, sementara Raja Yeongjo sendiri sudah berusia 65 tahun.

Ada beberapa hal mengenai Ratu Jeongsun yang menurutku digambarkan cukup berbeda dengan di drama Yi San.

Pertama, masalah gelar. Kita ketahui kalau Ratu Jeongsun merupakan istri dari Raja Yeongjo yang merupakan kakek dari Yi San. Sehingga, ketika Raja Yeongjo wafat, kemudian Yi San naik takhta, otomatis Ratu Jeongsun menjadi Ibu Suri (대비 마마 = daebi mama). Namun, di drama  The Painter of the Wind ini, Ratu Jeongsun malah bergelar  왕대비 마마 (wang daebi mama). Padahal wang daebi mama adalah gelar untuk istri dari dua raja terdahulu, dalam hal ini adalah istri dari raja SukJong yaitu Ratu Inwon. Sementara berdasarkan sejarah, Ratu Inwon sudah meninggal sebelum Ratu Jeongsun menikah dengan Raja Yeongjo. Ratu Jeongsun memang akan bergelar wang daebi mama, tapi setelah Raja Jeongjo meninggal, yang kemudian diteruskan oleh anaknya yaitu Raja Sunjo. Sangat disayangkan kenapa drama ini tidak memperhatikan detail seperti ini, padahalkan drama Yi San lebih dulu tayang dibandingkan drama ini.

NB. Ibunya Yi San tidak pernah menjadi Ibu Suri (대비 마마 = daebi mama) karena suaminya tidak pernah menjadi raja. Maka, setelah Yi San naik takhta, dia memberikan ibunya gelar  혜경궁 (Hye Gyeong Gung).

Selain itu, di drama ini Ratu Jeongsun yang sudah menjadi Ibu Suri itu sepertinya masih sangat berkuasa, dan Raja Jeongjo tidak terlalu bisa berbuat banyak untuk menentangnya. Tidak hanya itu, sepertinya Raja Jeongjo malah sering berkunjung ketempat Ibu Suri. Sedangkan di drama Yi San, setelah mengetahui kejahatan yang dilakukan oleh Ratu Jeongsun, jangankan mau sering-sering berkunjung ketempatnya, melihat wajahnya saja Raja Jeongjo enggan. Selain itu, selama pemerintahan Raja Jeongjo, Ratu Jeongsun itu tidak diberikan kebebasan untuk bepergian, dan juga tidak memiliki kekuasaan untuk mengurus masalah dalam istana.

Untuk masalah latar istana, lagi-lagi aku merasa Yi San lebih baik. Karena drama The Painter of the Wind ini milik SBS, jadi mungkin lokasi syuting untuk istananya juga berbeda dengan Yi San yang tayang di MBC. Maklum saja sudah hafal dengan yang namanya 대전 (daejeon = King’s quarters), 중궁전 (junggungjeon = Queen’s quarters), serta 동궁전 (donggungjeon = Crown Prince’s quarters).

Terlepas dari  itu, ada beberapa hal yang harus kuakui.

  1. Moon Chae Won benar-benar cantik. Moon Chae Won memerankan Jeong Hyang, seorang Gisaeng yang jatuh hati pada Shin Yoon Bok yang diperankan oleh Moon Geun Young. Lewat drama ini, pasangan 2 Moon Ssi ini memenangkan Best Couple Award di SBS Drama Award 2008.
  2. Akting Moon Geun Young memang keren. Tidak heran, lewat perannya didrama ini dia berhasil mendapatkan Daesang di SBS Drama Award 2008.

Sayang sekali Park Shin Yang saat itu sedang terlibat kasus hukum, sehingga dia tidak dimasukkan ke dalam nominasi untuk kategori apapun. Padahal, kalau tidak, pasti juga menang, seperti yang telah terjadi pada SBS Drama Award 2004 (bersama Kim Jung Eun memenangkan Daesang lewat Lovers in paris), serta SBS Drama Award 2007 (memenangkan Daesang lewat drama Money’s Warfare).

Update ~~~~

Akhirnya selesai juga menonton drama ini. Harus kuakui kalau ceritanya lumayan. Namun, drama ini bukanlah tipe drama yang akan kutonton berulang-ulang.

Drama ini sama sekali bukan “romance”. Ada sih adegan romantisnya, tapi sangat sedikit sekali. Mungkin karena faktor perbedaan usia yang sangat mencolok kali ya… bayangkan saja, Park Shin Yang lahir tahun 1968 dipasangkan dengan Moon Geun Young yang lahir pada tahun 1987, sudah seperti ayah dan anak saja. Lagipula di drama ini Moon Geun Young juga memerankan seorang wanita yang menyamar jadi laki-laki. Jadinya tahu sendiri deh… Moon Geun Young malah lebih banyak bermesraan dengan Moon Chae Won, sedangkan Park Shin Yang lebih banyak memendam perasaannya karena merasa hal itu tidak pantas karena dia mengira kalau tokoh yang diperankan oleh Moon Geun Young itu adalah seorang pria (baca : menyukai sesama jenis).

Drama ini juga ada sisi komedinya, terutama dibagian saat Shin Yoon Bok (Moon Geun Young) yang pada dasarnya memang seorang wanita harus menyamar sebagai wanita dengan mengenakan pakaian gisaeng lol. Bahkan Jeong Hyang (Moon Chae Won) berkomentar kalau Yoon Bok lebih cocok memakai itu daripada pakaian pelukis. Ya iyalah… secara dia dasarnya memang seorang wanita lol. Wanita kok menyamar jadi wanita… apa-apaan itu hehehehe.

Tapi satu hal yang baru kusadari lewat drama ini yaitu kalau seseorang yang berpakaian ala gisaeng tampak lebih cantik. (Gisaeng adalah wanita penghibur, masih belum mengerti??? Silakan didalami lebih lanjut lewat drama Hwang Jini 🙂 ). Moon Chae Won sih pada dasarnya memang sudah sangat cantik. Seunggi saja sudah mengakuinya hehehe. Tapi Moon Geun Young??? Well, she’s pretty, tapi menurutku biasa-biasa saja. Bahkan menurut uri Keun Eonni, kalau Moon Geun Young sangat cantik hanya pada saat memerankan Eun Seo di Endless Love. Ah…lewatkan saja komen yang kurang mengenakkan itu… Ya, bagiku sih wajah Moon Geun Young sama sekali tidak berubah dari saat dia masih remaja di drama Endless Love atau Autumn in My Heart sebagai Song Hye Gyo kecil. Tapi, tampak lebih cantik saat menggunakan pakaian dan berdandan ala gisaeng di drama ini. Bahkan Ha Jiwon saja yang memang tidak pernah masuk kategori “aktris cantik” (berdasarkan wajah, setidaknya menurutku), bagiku dia penampilan tercantiknya adalah di drama Hwang Jini (meskipun aku tidak pernah menonton drama ini). Sorry Kim Hang Ah nim,,,tapi Hwang Jini memang lebih cantik darimu hahahaha. Tapi Kim Hang Ah jelas lebih cantik dari Gil Ra Im…huwaaaaa… apa-apaan ini. Intinya, berpenampilan ala gisaeng jadi tambah cantik, setidaknya untuk ketiga aktris ini. Yang lain…no comment! Next!

Selain beberapa unsur tersebut, drama ini juga menyuguhkan konflik yang cukup menegangkan. Tapi terus terang ketegangannya tidak terlalu terasa alias biasa-biasa saja. Apalagi jika dibandingkan dengan drama Yi San yang selalu dihadapkan dengan konspirasi dan kematian yang selalu berada didepan mata. Tapi lumayanlah…bagi penggemar drama sageuk, ini menjadi drama yang cukup layak untuk ditonton!

Ah…satu hal lagi, dari drama ini aku bisa menyimpulkan, Park Shin Yang kurang cocok main drama sageuk. Mungkin masih terbayang-bayang oleh perannya sebagai Han Gi Joo di Lovers in Paris. Jadi, ketika nonton drama ini rasanya jadi aneh melihatnya seperti itu hahahaha.

Tapi yang paling dikesalkan oleh uri Keun Eonni adalah…kenapa Raja Jeongjo harus diperankan oleh Bae Soo Bin ㅋㅋㅋㅋㅋ Entah kenapa sepertinya dia sangat kurang suka dengannya sejak zamannya Brilliant Legacy. Jadinya Eonni terus saja komplain mengapa harus dia lol

Advertisements

About diahaksaeng

Suka menonton drama-drama yang menarik
This entry was posted in Drama, Uncategorized and tagged , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s