Rab Ne Bana Di Jodi

Lebaran kali ini hampir seluruhnya dihabiskan dengan menonton Barbie. Itu gara-gara Barbie tayang di TV, jadinya adikku buka kembali koleksi DVD Barbienya. Bahkan dia beli lagi DVD yang baru, karena ada beberapa koleksinya yang sudah rusak dan tidak bisa ditonton lagi. Adikku buka Barbie, kakak-kakaknya juga ikutan nonton.

Setelah bosan menontonnya, atau lebih tepatnya karena sudah kehabisan stok cerita baru, jadi mulai beralih mencari tontonan lainnya. Kakakku memilih untuk membuka film Rab Ne Bana Di Jodi karena dia menyukai lagunya. Sekedar info, film ini merupakan salah satu dari film bollywood yang kami punya VCD aslinya *pamer*.  Sebenarnya kakakku hanya berniat untuk mendengarkan lagunya, jadi dia mulai menonton dari kaset ke-2. Dasar orang aneh, buka kaset film hanya untuk mendengarkan lagunya. Seperti biasa…dia akan menonton dengan remote siap siaga ditangan untuk fast forward. Karena kaset itu kaset original, dan aku yang membelinya, jelas saja tidak rela kalau kaset itu rusak karena keseringan di fast forward begitu. So, aku melarangnya untuk melakukan itu. Walaupun sedikit tidak terima, tapi akhirnya dia mengalah. Komennya “begini nih kalau yang dibuka kasetnya, pasti ga boleh di fast forward, karena takut rusak. Coba kalau kaset kita malah dibilang harus dipercepat nontonnya.” Hahahaa..masih ingat saja dia saat kemarinnya nonton Ghajini, aku minta bagian lagunya yang kurang bagus di fast forward saja, dan Ghajini itu dia yang beli kkkkkkk.

Well, apapun itu, akhirnya kami menonton kembali film itu secara utuh tanpa dipercepat sedikitpun, meskipun dimulai dari kaset yang ke-2. (Info : VCD-nya terdiri dari 3 kaset). Besoknya baru disambung dengan menonton kaset yang pertama. Eh, beberapa hari kemudian malah tayang lagi di TV.

rab-ne-banadi-jodi

Film ini pertama kali kutonton beberapa tahun yang lalu (lupa tepatnya kapan), disaat aku sudah tidak pernah lagi mengikuti perkembangan film bollywood, yang merupakan akibat dari maraknya penyebaran drama Korea. Eh, sepertinya saat pertama kali menonton film ini, aku masih belum menjadi Airen deh. Waktu itu lagi santai dan bosan tidak ada yang bisa ditonton. Sepupuku yang kebetulan waktu itu menginap di rumah iseng pindah-pindah channel, eh ketemu film ini. Jadinya malah sekeluarga menontonnya.

Film ini merupakan film keluaran tahun 2008, tepatnya dirilis pada desember 2008. Jadi sudah cukup lama ya… (Beda 10 tahun dengan Kuch-kuch Hota Hai hehehehe). Film ini dibintangi oleh Shah Rukh Khan, dan juga menjadi film debut bagi Anushka Sharma.

Film ini mengisahkan tentang pasangan yang sudah ditakdirkan untuk bersama, sesuai dengan judulnya yaitu Rab Ne Bana Di Jodi.

Rab = Tuhan

Bana = buat

Jodi (dibaca : Jori) = pasangan

 Jadi, secara kasarnya dapat kita artikan menjadi “pasangan yang dibuat oleh Tuhan” atau “Pasangan yang telah ditentukan oleh Tuhan”.

Sinopsis :

Surinder Sahni (SRK) atau yang biasa akrab disapa dengan panggilan Suri adalah seorang pegawai biasa di perusahaan listrik Punjab Power. (Kalau di Indonesia itu PLN). Tidak ada yang istimewa sama sekali dari dirinya. Penampilannya terlihat cukup kuno dan membosankan. Suatu hari dia pergi ke rumah mantan dosennya untuk menghadiri pesta pernikahan putrinya. Disitulah Suri untuk pertama kalinya bertemu dengan Taani (Anushka Sharma), dan langsung jatuh cinta padanya. (So Bollywood style…love at first sight). Namun, tentu saja hal itu tidak akan mudah karena Taani adalah putri dari dosennya yang sebentar lagi akan menikah dengan orang pilihannya. Tapi ternyata Tuhan berkehendak lain. Calon suaminya meninggal karena kecelakaan yang dialaminya saat dalam perjalanan menuju tempat pesta. Mendengar kabar yang sangat mengejutkan itu membuat ayah Taani terserang penyakit jantung. Sadar kalau waktunya tidak akan lama lagi, maka ayah Taani meminta Suri untuk menikahi Taani. Tidak ada pilihan lain, Taani akhirnya setuju dengan pernikahan itu. Maka the new love story begin…….

Setelah menikah, Suri membawa Taani ke rumahnya di Amritsar. Suri yang pendiam dan membosankan, sedang Taani yang masih dirundung duka, membuat hubungan mereka sangat kaku. Tidak ada satupun yang spesial yang terjadi diantara mereka. Suri, seperti biasa menghabiskan harinya untuk bekerja, sedangkan Taani hanya berdiam diri di rumah. Meskipun kadang mereka berdua pergi menonton bersama di bioskop, tapi itu hanya terlihat seperti  dua orang asing yang kebetulan bertemu di suatu tempat.

Suatu hari Taani melihat poster iklan perlombaan menari berpasangan (Dancing Jodi). Taani yang memang sangat suka menari, ingin ikut serta dalam kompetisi itu. Suri, yang sejak awal sudah jatuh cinta pada Taani, dengan bantuan temannya, Bobby mencoba untuk membuat Taani jatuh cinta padanya dengan cara ingin menampilkan sisi lain dirinya didepan Taani. Diapun mengikuti Taani ke tempat Taani latihan tari. Namun, secara tidak sengaja dia malah terpilih menjadi pasangan tari untuk Taani. Karena penampilannya yang sangat berbeda dari biasanya, Taani tidak mengenali kalau laki-laki yang menjadi pasangan tarinya itu adalah Suri, suaminya. Suri mengenalkan dirinya sebagai Raj Kapoor, nama yang dipinjamnya dari bintang film yang filmnya sering mereka tonton LOL.

Sejak itu hidup mereka mulai berubah. Taani yang tadinya selalu murung, kini sudah mulai bisa tersenyum kembali terutama di depan Raj yang memang sangat humoris. Sementara itu, kehidupan rumah tangganya tetap berjalan seperti sebelumnya. Karena saat di rumah Raj yang humoris itu akan menghilang kembali menjadi Suri yang membosankan.

Sampai suatu hari Raj mengungkapkan perasaannya pada Taani, yang membuat Taani terpuruk dalam dilema karena dia sadar kalau dia sudah bersuami. Namun, dia juga tidak bisa memungkiri kalau sebenarnya dia juga mulai menyukai Raj. Di sisi lain, Suri juga menyadari kalau yang disukai Taani adalah Raj, bukan dirinya…

Komen :

Seperti kebanyakan film-film bollywood, film inipun mengangkat kisah yang sudah biasa kita temukan di film-film lainnya dan temanyapun terbilang cukup sederhana. Walaupun begitu, aku tetap merasakan film ini cukup spesial, setidaknya dihatiku hehehe. Film ini menunjukkan “There is an extraordinary love story in every ordinary jodi”.

Banyak adegan yang cukup menghibur, dan lagu-lagunya juga lumayan. Namun, ada satu hal yang sedikit kurang masuk diakal, yaitu bagaimana bisa seorang istri tidak mengenali suaminya sendiri hanya karena penampilannya sedikit berbeda tanpa kumis dan kacamata???

Tapi ya..begitulah namanya film. Mengutip kata-kata Dae Woong “maldo andwejiman, yeonghwanikka” yang artinya “meskipun tidak masuk akal, karena itu adalah film” (MGIAG, 2010 episode 7).  Jadi secara keseluruhan love it…

Eh, lupa…di film dialog-dialog yang kusukai yaitu…

“kabhi alvida naa kehna”(never say good bye)

“hum hai rahi pyar ke, phir milenge chalte-chalte” (kita berjalan dijalan cinta, akan bertemu lagi saat di jalan)

paling suka dengan lagunya yang ini…

video credit to : yrf

Bagaimana dengan kalian???

Advertisements

About diahaksaeng

Suka menonton drama-drama yang menarik
This entry was posted in Film and tagged . Bookmark the permalink.

3 Responses to Rab Ne Bana Di Jodi

  1. hargiyati says:

    yg di posting india, hehehe…. aq juga suka lagu yg ini

  2. astrini says:

    Pengen Banget Kenal Oenni Lebih Deket.. Seru Kali Ya Bisa Sharing Ma Orang Yang Punya Hobby Yang Sama Ma Kita..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s