Luerd Kattiya aka The Princess

Dulu saat pertama kali menonton drama ini sudah langsung dideklarasikan sebagai drama Thailand atau yang biasa disebut dengan Thai Lakorn, terfavorit bagiku.  Waktupun berlalu, Korean Wave mulai merambah Asia Tenggara dan akupun ikut tenggelam didalamnya, sehingga lupa dengan segala-galanya termasuk drama ini.

Sekarang, ketika Seunggi masih istirahat dari dunia drama dan variety show, drama-drama yang baru tidak ada yang membuatku tertarik untuk menontonnya. Lalu aku mulai membuka kembali memori-memori lama yang salah satu isinya adalah drama ini. Ternyata setelah lewat bertahun-tahun, penilaianku terhadap drama ini tetap tidak berubah, malah semakin suka ❤ ‿ ❤.

Meski drama ini merupakan drama keluaran tahun 2003, tapi mungkin masih banyak yang belum menonton atau bahkan tidak tahu tentang drama ini. Untuk itu aku akan menuliskannya…

Drama ini berjudul Luerd Kattiya atau juga dikenal dengan judul The Princess.

Drama ini merupakan drama kedua yang memasangkan Jessadaporn Pholdee dan Phiyada Akkraseranee (Maaf jika salah menuliskan namanya, maklum buta huruf kalau masalah bahasa Thailand ini).  Meski baru dua drama yang mereka bintangi bersama, namun pasangan ini benar-benar terlihat sangat serasi. Bisa diibaratkan seperti pasangan SRK-Kajol deh kalau di Bollywood, setidaknya bagiku hehehe. Sayang ini merupakan drama terakhir yang memasangkan mereka berdua dan sampai sekarang masih belum ada drama barunya lagi 😦 .

Drama ini diangkat dari novel (kurang tahu judulnya) yang berlatarkan masa di mana Thailand masih terbagi menjadi beberapa kerajaan, yang mana paling ditekankan disini adalah Kerajaan Yasothorn dan Kerajaan Khemarat. Kurang tahu apakah ini benar-benar fiksi ataukah ada sebagian yang memang merupakan bagian dari sejarah, karena terus terang saja aku sama sekali tidak tahu apapun tentang sejarah Thailand.

Fokus cerita drama ini adalah tentang kisah cinta sang putri kerajaan Yasothorn, Tipayaratdara Kumaree atau Dara (Phiyada Akkraseranee) dan si pengawal kerajaan yang tampan, Anothai (Jessadaporn Pholdee). Statusnya hampir mirip dengan Jae Shin dan Eun Shi Gyeong di TK2H gitu deh. Bedanya kalau TK2H itu kan dizaman modern, sehingga tidak terlalu bermasalah jika Jae Shin memilih ingin bersama pengawalnya itu (dan terbukti juga tidak direstui Tuhan hehehe, eh.. *Mian*). Nah, kalau yang ini kan masih dizaman yang serba memperhatikan masalah tingkat dan derajat keluarga. Apalagi untuk keluarga Kerajaan, yang mana urusan pernikahan saja dibawa ke rapat pemerintahan dan harus mendapatkan persetujuan para menteri.

 

Sinopsis :

Drama ini dibuka dengan adegan perang antara Khemarat dan Yasothorn, yang dimenangkan dengan mutlak oleh Yasothorn. Sementara itu di istana Yasothorn, lahirlah seorang putri yang kemudian berdasarkan tanggal lahirnya diberi nama Tipayaratdara Kumaree yang memiliki arti “a lady who is the jewel of heavenly star”. Dara juga sudah diramalkan bakal menjadi penerus takhta Yasothorn. Mendengar itu, istri dari saudara Raja yang memang punya hati yang kurang baik langsung bertindak dengan memberi racun pada minuman Raja yang mengakibatkan Raja wafat seketika. Sehingga takhta diambil alih oleh adiknya, dan secara otomatis menjadikan Dara yang seharusnya adalah Putri Mahkota pertama, hanya sebagai pewaris takhta ketiga setelah Putra Mahkota Sittiprawat, dan Putri Khekhai-Jaras (anak yang membunuh ayah Dara). Gelar itu akan resmi disematkan padanya setelah dia berumur 20 tahun.

Ibu Dara sangat yakin dengan ramalan itu, sehingga dia sangat keras saat mendidik Dara. Berkat didikan keras ibunya itu, Dara tumbuh menjadi gadis yang pintar dan berwawasan luas. Meski begitu, Dara sama sekali tidak punya obsesi untuk memiliki kekuasaan apapun. Sehingga, dia sering merasa bosan karena harus terus mengikuti semua hal yang ibunya inginkan.

Suatu ketika, Dara yang penuh rasa penasaran memutuskan untuk pergi ke pulau dibelakang istananya yang katanya terdapat banyak hantu dan binatang buas. Di situ dia bertemu dengan seorang pemuda tampan yang mengaku bernama Anothai. Sejak saat itu Dara menjalin persahabatan dengan Anothai, yang lama kelamaan menumbuhkan rasa cinta diantara keduanya, dan pulau itu menjadi tempat pertemuan rahasia mereka. Tentu saja Dara tidak mengatakan pada Anothai kalau dirinya adalah seorang putri kerajaan.

Aww..his smile ❤ ‿ ❤

Anothai masuk akademi militer dan kemudian berteman dekat dengan sang Putra Mahkota yang kebetulan juga ikut sekolah ditahun yang sama dengannya.

3 tahun berlalu, Anothai lulus dari akademi militer dengan nilai terbaik sehingga tanpa perlu ikut tes lagi, dia langsung direkrut menjadi pengawal Putra Mahkota. Sementara itu, di tahun yang sama Dara juga genap berusia 20 tahun, yang mana berarti akan ada upacara resmi penyematan gelar Putri Mahkota Ketiga untuknya.

Sebagai pengawal Putra Mahkota, Anothai wajib hadir di acara apapun yang dihadiri oleh Putra Mahkota. Itu berarti Anothai juga akan menghadiri upacara penyematan gelar pada Dara. Dara berusaha untuk melarang Anothai datang, namun atas nama kewajiban, Anothai tidak bisa menuruti keinginan Dara. Betapa terkejutnya Anothai saat mengetahui kalau putri Tipayaratdara Kumaree yang selama ini selalu berusaha menghindar untuk bertemu dengannya itu, adalah Dara, wanita yang selama ini dicintainya. Dara berusaha menjelaskan, namun bagi Anothai suatu kebohongan tetaplah kebohongan. Selain itu dia merasa kalau dirinya yang hanyalah seorang pengawal kerajaan biasa sangat tidak pantas mencintai  seorang Putri Kerajaan. Sehingga dia mulai menghindari Dara, yang tentu saja membuat Dara merasa sangat sedih dan kecewa. Namun Dara tidak pernah berputus asa untuk terus meyakinkan Anothai akan cinta mereka, karena bagi Dara, status keluarga itu bukanlah hal yang penting.

Anothai akhirnya mulai bisa menerima keadaan, karena walau bagaimanapun dia tetap tidak bisa melupakan Dara, sehingga mereka mulai menjalin kembali hubungan mereka. Namun kali ini, perjalanan cinta mereka semakin tidak mudah, karena Pangeran Chaiyan, sang Putra Mahkota dari Kerajaan Khemarat juga ikut dalam persaingan memperebutkan Dara. Serta posisi Anothai sebagai Pengawal sekaligus sahabat Putra Mahkota yang juga secara terang-terangan mengakui mencintai Dara, membuat Anothai terjebak dilema antara cinta dan kewajiban.

Besarnya rasa cinta Anothai terhadap Dara membuatnya rela melakukan dan mengorbankan apapun demi sang putri, karena bagi Anothai cinta itu berarti menempatkan orang yang dicintai di tempat yang paling baik.

Dapatkah cinta Anothai dan Dara disatukan??? Tonton saja sendiri… dijamin tidak akan menyesal deh 😀

~~~~~

 

Komen :

Seperti yang sudah berkali-kali kukatakan sebelumnya, kalau aku benar-benar menyukai drama ini. Meski tanpa banyak skinship, bahkan sama sekali tidak ada adegan ciuman (seperti yang biasa kita lihat di drama Korea), tapi kita bisa ikut merasakan kalau mereka benar-benar mencintai satu sama lain. Justru tanpa adanya adegan itu, kisah cintanya terasa lebih pure, sweet and beautiful.

Bukannya aku menentang adegan ciuman, tapi jika semua itu bisa diekspresikan tanpa adegan itu, why not? (Contoh : Dae Jang Geum, Yisan). Namun sekarang, jika membaca komentar-komentar fans drama (terutama drama Korea), banyak yang protes jika adegan ciumannya kurang inilah itulah…intinya tidak pernah cukup LOL. Padahal aku sama sekali tidak melihat adanya esensi dari adegan itu. Memang ada beberapa yang sangat penting alias sangat berpengaruh pada alur cerita seperti yang pernah kubahas di sini. Kalau yang tidak berpengaruh kan bisa di cut saja.

Kita tinggalkan masalah adegan-adegan itu dan balik lagi ke drama ini. Selain suka dengan dua aktor utama dan jalan ceritanya, OST drama ini juga bagus dan memiliki arti yang indah.

video credit to : kenasuspended

Paling suka dengan lirik bagian ini

No matter how much I love you…every breath is still too little to give to you

 

Intinya drama ini benar-benar direkomendasikan untuk ditonton deh 😀

Advertisements

About diahaksaeng

Suka menonton drama-drama yang menarik
This entry was posted in Drama and tagged , , . Bookmark the permalink.

20 Responses to Luerd Kattiya aka The Princess

  1. khun can says:

    aku jg seneng banget sama lakorn ini. uda nonton bertahun2 yg lalu dan belakangan suka nonton di youtube lantaran kangen… q paling seneng liat tik n aom. klop mereka main bareng. bener ne. tanpa ciuman2 kyk drama korea tp tetep asli romantis. ceritanta dalem. hehe… thanks y uda post terjemahan lagu koo mai kuan.

  2. Ibuaan says:

    Lam kenal. sy ibuaan pecinta tik juga. dapetin lakorn ini dimana yach belinya. trims sebelumnya

  3. azie says:

    sye dpt cri dvd cte ni kt speedy……

  4. AlyaAmeera says:

    hallimah saya nak dvd cita nii, boleh jual kat saya ? pm wssap 0124428496

  5. Ismi Izzan says:

    kangen non lakorn ini. tapi nggak tau mau liat atau dicari gimana sama english sub nya.
    ;(

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s