Anothai & Dara Momen di Luerd Kattiya

Jika kemarin aku telah menuliskan tentang momen-momen Kong & Neung di drama Roy Leh Sanae Rai. Maka tidak adil rasanya jika tidak menuliskan tentang Anothai & Dara. Untuk itu, sekarang aku akan menuliskan tentang momen-momen kebersamaan mereka di Luerd Kattiya.

Tidak seperti drama Roy Leh Sanae Rai yang bisa kita temukan lengkap dengan subtitle-nya. Untuk drama ini agak sulit menemukannya dengan subtitle. Sampai sekarang, aku baru menemukan yang ber-subtitle itu hanya sampai episode 8, itupun hanya sekitar 2/3-nya saja 😦 . Sisanya murni tanpa subtitle. Jadi seolah-olah berbalik ke masa kecil saat nonton kartun dengan bahasa asing yang sama sekali tidak dimengerti tapi bisa nyambung nontonnya hehehe. Intinya memahaminya menggunakan bahasa hati ㅋㅋㅋㅋㅋ. Tapi untungnya karena aku sudah pernah menontonnya dulu saat tayang di TV, jadi ya tinggal mengingat-ingat artinya saja hehehe.

Sama seperti di Roy Leh Sanae Rai, di drama inipun aku suka semua adegan-adegan mereka berdua ㅋㅋㅋㅋㅋ. Soalnya mereka so sweet sih… Aku suka cara mereka memanggil nama satu sama lain. Tidak ada panggilan istimewa. Hanya Dara dan Anothai. Tapi bagiku semua itu malah terkesan sangat spesial. Terutama saat Dara memanggil nama Anothai. Nama Anothai saja sudah terkesan unik bagiku, apalagi saat mendengar Dara yang menyebutkannya, membuatnya terasa semakin istimewa. Tidak tahu kenapa jika Dara yang memanggil Anothai itu terkesan berbeda dengan yang lainnya. Mungkin karena memanggilnya penuh perasaan kali ya ㅋㅋㅋㅋㅋ

Kali inipun kita urutkan mulai dari episode awal sampai selesai.

Langsung saja ya…

 

@ Episode 1

# Pertemuan pertama

Sebenarnya jika diingat-ingat, ini bukanlah pertama kali mereka bertemu karena sebelumnya Anothai juga hadir pada saat Raja terdahulu (ayah Dara) mengumumkan nama sang Puteri. Tapi itu kan saat Dara masih bayi hehehe.

Nah, kalau yang ini adalah pertemuan pertama mereka setelah mereka sama-sama dewasa.

Dara yang penasaran dengan pulau yang ada dibelakang istananya, memutuskan untuk pergi kesana sendirian setelah sebelumnya berhasil memperdaya para dayangnya. Namun, saat hampir sampai, tiba-tiba hujan turun. Angin yang bertiup kencang berhasil membuat Dara kehilangan keseimbangan, sehingga diapun terjatuh ke danau. Beruntung saat itu Anothai yang sedang bersantai dipulau melihat dirinya yang hampir tenggelam. Anothai langsung terjun ke danau dan menyelamatkan Dara. Well, itu adalah aksi heroik pertama Anothai dalam rangka menyelamatkan sang Puteri. Meski yang ini dia masih belum tahu identitas orang yang telah diselamatkannya itu.

Sebenarnya pertemuan pertama mereka tidaklah seromantis yang dibayangkan. Sikap Dara yang memang agak sombong dan keras kepala, membuat suasana sedikit tidak nyaman. Maklum saja, puteri gitu loh… Namun, seiring berjalannya waktu, suasana mulai mencair, dan mereka mulai saling mengobrol dengan santai. Well, semua itu thanks to sikap Anothai yang cukup agresif, tanya ini tanya itu pada Dara hehehe. Sehingga merekapun berjanji untuk bertemu kembali di pulau itu.

Suka dialognya bagian ini : (lagi-lagi diubah kebahasa Indonesia 😀 )

Dara         :     Terima kasih.

Anothai  :     Tidak apa-apa. Jika bajuku basah, aku juga biasa melakukan ini. (Anothai mengira Dara berterima kasih karena dia telah mengeringkan baju Dara).

Dara         :     Bukan itu. Maksudku terima kasih telah menyelamatkanku.

Anothai  :     Anggap saja aku menyelamatkan seekor burung kecil. Lalu siapa namamu?

Dara         :     Dan kamu? Siapa namamu?

Anothai  :     Aku yang bertanya lebih dulu.

Dara         :     Tapi aku yang ingin tahu lebih dulu. (Super LOL)

~~~~~

Dara         :     Aku beri kamu ini (cincin yang ditemukannya di taman istana)

Anothai  :     Kenapa?

Dara         :     Karena aku ingin memberimu. (Dasar Dara..so stubborn ㅋㅋㅋㅋㅋ)

 

 

# Pertemuan kedua

Dipertemuan kedua ini mereka sudah terlihat sangat akrab. Seperti sudah lama kenal. Anothai sudah berani memegang tangan Dara hehehe.

Anothai memberitahu Dara bahwa dia lulus masuk sekolah militer.

Dara         :     Aku rasa setelah nanti kau menjadi prajurit besar, kau pasti akan melupakan Dara.

Anothai  :     Tidak peduli menjadi prajurit sebesar apapun aku nantinya, Anothai selalu tahu bahwa ada seseorang yang selalu menungguku disini. (Anothai kege-eran bakal ditunggu Dara LOL)

 

 

@ Episode 2

# Pertemuan ketiga

Anothai telat datang ke tempat kencan (baca : pulau). Dara yang sudah menunggu lama, memutuskan untuk pulang. Saat itulah Anothai muncul. Melihat Dara yang bergegas ingin pulang, Anothai yang memang sedang dalam kondisi kurang baik, semakin bertambah dongkol. Untungnya Dara mengerti, dan memutuskan untuk tidak jadi pulang. Maka kencannyapun bisa berlanjut, dan mood Anothaipun membaik 😀

“Jika aku bisa berdekatan denganmu seperti ini, aku rela terluka setiap hari”. (Anothai super duper gombal).

Dara yang merupakan seorang puteri, jadi sudah terbiasa main perintah-perintah orang. Untungnya Anothai orang yang baik.

Dara         :     Aku haus. Bisakah kau ambilkan aku air?

Anothai  :     Ya, yang mulia. Hamba akan melakukan perintah anda.

Dara         :     (Meski terkejut mendengar jawaban Anothai) Sebagai Ratu, aku perintahkan kau komandan.

Anothai  :     Kamu adalah ratu?

Dara         :     Kamu adalah prajurit, jadi kamu harus setia pada ratu seumur hidupmu. Bawakan aku air!

Anothai  :     Baik yang mulia.

Sejak saat itulah mereka mulai main ratu & prajurit bohong-bohongan.

~~~~

Anothai membuatkan mahkota untuk sang ratu dari bunga rumput.

Dara         :     Apakah aku cantik sekarang?

Anothai  :     Iya, cantik. Dara adalah ratu tercantik yang pernah kulihat. (secara tidak pernah bertemu dengan ratu lain hehehe).

 

 

# Pertemuan keempat

Dari sekian banyak adegan mereka berdua, adegan yang ini paling sering kuulang. Suka melihat ekspresi Anothai saat Dara secara terang-terang menunjukkan kalau dia cemburu. Suka dengan gaya pacaran mereka.

 

@ Episode 3

# Adegan pesta menyambut kedatangan Pangeran kerajaan Khemarat.

Putera mahkota ingin memperkenalkan Anothai pada Dara. Darapun berusaha sebisa mungkin  menghindar untuk bertemu Anothai, sampai-sampai harus masuk ke kolong meja. Tapi karena kecerobohannya, selendangnya kelihatan. Jadinya dia malah main tarik-tarikan selendang dengan Anothai.

 

# Pertemuan kelima

Dara kelepasan bicara tentang acara perjamuan untuk pangeran Chaiyan dari Khemarat itu. Tapi Dara masih bisa memperbaiki kata-katanya sehingga Anothai tidak curiga.

Ternyata Anothai masih merasa sedikit kecewa karena tidak bisa bertemu dengan puteri Tipayaratdara Kumaree. Mendengar itu, Dara langsung bereaksi…

Dara         :     Sebenarnya menurutku, Anothai lebih baik jangan bertemu dengan puteri itu.

Anothai  :     Kenapa?

Dara         :     Jika puteri itu menyukai Anothai, dan Anothai akan berteman dengan pangeran dan puteri, lalu Anothai akan melupakan Dara.

Anothai  :     Tidak mungkin. Bagaimanapun aku tidak akan pernah melupakan teman ini. Tidak peduli puteri dari manakah dia berasal, dia tidak akan bisa menggantikan Dara. (Gombal lagi…!!!)

 

 

# Pertemuan yang kesekian kalinya

3 tahun berlalu. Anothaipun resmi dilantik menjadi pengawal kerajaan. Ini adalah pertemuan pertama mereka dipulau setelah Anothai resmi menjadi pengawal kerajaan. Namun, pertemuan kali ini tidak seperti biasa, karena Dara yang sebentar lagi dinobatkan menjadi Puteri Mahkota Ketiga Yasothorn, takut kalau saat rahasianya terbongkar, Anothai akan marah padanya. Padahal Anothai sedang bahagia-bahagianya. Anothai berniat ingin menemui ibu Dara, dan juga membawa Dara untuk menemui ayahnya. Awww…Anothai so sweet 😀

Anothai  :     Aku sudah lulus sekarang. Aku juga sudah mendapatkan pekerjaan tetap. Jadi aku pikir aku akan menemui Nanny di rumahmu.

Dara         :     Kenapa kamu ingin bertemu Nanny?

Anothai  :     Aww…bukankah Nanny itu ibu Dara?

Dara         :     Oh…iya.

Anothai  :     Kita berdua sudah dewasa sekarang. Kita harus melakukan hal yang benar, agar kita bisa bertemu secara terbuka dipandangan orang tua. Aku juga akan membawa Dara bertemu ayahku. (Anothai…kamu benar-benar gentleman ❤ ‿ ❤)

 

 

@ Episode 4

# Upacara penobatan Dara sebagai Puteri Mahkota Ketiga Yasothorn

Betapa kagetnya Anothai saat melihat wanita yang selama ini selalu ditemuinya itu adalah Puteri Mahkota yang selama ini selalu menghindar saat akan dipertemukan dengannya.

Malam itu Dara harus berdansa dengan laki-laki lain, dan Anothai hanya bisa melihat dari kejauhan T_T . Namun, walau sedang berdansa dengan orang lain, perhatian Dara hanya tertuju pada Anothai seorang.

 

# Adegan berkuda keliling Yasothorn

Puteri Dara ingin berjalan sendiri untuk memetik bunga. Putera Mahkota memerintahkan Anothai untuk menemani sang puteri. Saat sedang berjalan, puteri tersandung kayu yang membuatnya jatuh terguling dan kakinya terkilir. Anothai langsung panik. Dara memanfaatkan kesempatan itu untuk membuat Anothai agar tidak lagi marah padanya. Namun Anothai masih tetap bersikap dingin padanya.

Anothai  :     Tuan Puteri, apakah anda baik-baik saja?

Dara         :     Anothai…apakah sekarang kau sudah tidak lagi marah padaku?

Anothai  :     Tolong pulang saja, yang mulia.

Dara         :     Tidak. Katakan dulu kalau kau sudah tidak marah lagi padaku.

Anothai  :     Aku tidak berada dalam status yang bisa menjawab itu, yang mulia.

~~~

Dara         :     Anothai… Jika kamu ada diposisiku, kamu juga akan melakukan ini. Aku tidak bisa memilih untuk tidak dilahirkan sebagai seorang puteri.

Anothai  :     Aku hanyalah sebatang bunga rumput. Jika anda terus menyimpannya, itu tidak akan berguna.

Dara         :     Meski orang lain tidak melihat kegunaan dan arti dari bunga rumput. Tapi bagiku itu adalah bunga yang tercantik.

 

 

@ Episode 5

# Berkunjung ke rumah Anothai

Begitu mendengar Anothai terluka, Dara langsung memutuskan untuk pergi ke rumah Anothai, yang ternyata juga merupakan anak dari gurunya. Sehingga saat Anothai melarang Dara untuk masuk kerumahnya, Darapun memaksa dengan alasan ingin bertemu gurunya. Ah..Dara memang keras kepala. Di dalam rumah, Dara berusaha merayu Anothai agar memaafkannya. Di saat hampir  berhasil, tiba-tiba ayah Anothai datang. Bubar deh mereka hahaha.

 

# Menyelamatkan Dara dari Pangeran Chaiyan

Dara dipaksa ibunya untuk menemani Pangeran Chaiyan jalan-jalan menggunakan kereta kuda. Anothai yang telah mendapatkan perintah dari Pangeran Sittiprawat untuk melindungi Dara, bergegas menyusul dan memaksa untuk membawa pulang sang puteri. Namun, bukannya pulang ke istana, Anothai malah membawa Dara ke tempat asing yang jauh dari keramaian dengan alasan untuk menghindar dari pangeran Chaiyan. Setelah benar-benar berhasil melarikan diri dari pangeran Chaiyan. Mereka malah terlibat pertengkaran hebat.

Dara         :     Lalu kenapa Anothai? Kenapa kau masih marah padaku?

Anothai  :     Aku tidak marah, tapi aku tahu dengan jelas statusku.

Dara         :     Lupakan orang lain. Aku tidak peduli. Kenapa kau harus peduli?

Anothai  :     Tapi mereka peduli. Bahkan orang-orang di rumah, di istana, di Yasothorn, dan di kerajaan lain, karena anda adalah tuan puteri, bukan gadis biasa…

 

 

@ Episode 6

# Berbaikan…

Dara         :     Sampai sekarang, aku tidak akan bersikeras lagi. Jika kamu ingin aku melupakannya, aku akan melakukannya. Aku akan melupakan Dara, melupakan Anothai, melupakan pulau itu, melupakan semua yang pernah kita lalui bersama. Sejak saat ini hanya akan ada puteri Tipayaratdara Kumaree yang tidak punya Anothai. Kamu hanya perlu mengucapkan satu kata saja. Lihat aku Anothai…Aku akan bertanya untuk yang terakhir kalinya. Apakah kau sudah melupakan Dara?

Anothai  :     Aku selalu mencoba untuk mengendalikan pikiranku, dan berpura-pura melupakan. Tapi saat aku melihat puteri Dara, aku juga melihat Dara. Dara selalu ada di hati Anothai.

 

 

# Pacaran kembali

Karena sudah berbaikan kembali, maka pacarannya pun lanjut lagi deh di pulau itu 😀

 

 

# Khemarat ingin melamar Dara untuk Pangeran Chaiyan

Begitu mendengar kabar itu, Anothai bergegas menuju istana Dara. Ketika sudah sampai dipintu gerbang, dia malah mengurungkan niatnya dan berbalik arah. Tapi ternyata sang puteri muncul dan memanggilnya. Saat Anothai akan menjelaskan tentang hal itu pada Dara, seorang dayang datang mengatakan kalau Dara dipanggil ibunya.

“Anothai, tidak peduli apapun yang terjadi, aku percaya padamu kalau kamu akan selalu memilih yang terbaik untuk Yasothorn” ~ Dara

 

 

# Dara tahu tentang lamaran Pangeran Chaiyan

Dara         :     Anothai…kau tahukan betapa pentingnya dirimu bagiku.

Anothai  :     Dara…

Dara         :     Aku tidak akan pernah menikah dengan Pangeran Chaiyan, meski aku harus menukarnya dengan hidupku.

Anothai  :     Tolong jangan katakan itu. Aku tidak akan pernah membiarkan Dara jatuh ke kerajaan lain, kecuali Yasothorn.

Dara         :     Aku tahu…kamu bisa melakukannya. Kita tidak akan pernah meninggalkan satu sama lain, iyakan, Anothai?

Anothai  :     Ya. Anothai tidak akan pernah meninggalkan Dara. Tidak akan pernah…

 

 

@ Episode 7

# Dara menemui Anothai

Anothai  :     Tolong percaya bahwa Anothai tidak akan pernah meninggalkan Dara.

Dara         :     Baiklah…kalau begitu aku akan percaya padamu. Dara akan percaya pada Anothai, seperti yang selalu kulakukan.

~~~

Dara         :     Aku sangat gembira. Tapi aku masih ragu akan satu hal.

Anothai  :     Apa yang anda ragukan tentang hamba, yang mulia?

Dara         :     Aku ragu jika kau melakukan itu untuk kerajaan kita atau untukku?

Anothai  :     Jika keduanya bisa digabungkan, bukankah itu bagus, yang mulia? Karena keduanya juga sama-sama hatiku.

Sejak hubungan Anothai dan Dara sudah membaik kembali, maka sejak saat itu disetiap kesempatan mereka berdua selalu curi-curi pandang. Bahkan di acara resmi kerajaan sekalipun hehehe.

 

@ Episode 8

# Pacaran di pulau lagi…

Jika orang zaman sekarang pacarannya menggunakan motor atau mobil, nah…kalau Anothai dan Dara menggunakan sampan ㅋㅋㅋㅋㅋ

~~~~

Anothai  :     Aku heran kenapa Dara masih suka memetik bunga rumput? Aku tidak melihat arti dari bunga itu.

Dara         :     Apa yang jelek dari bunga rumput?

Anothai  :     Ia kurang berharga dibandingkan bunga lain. Ia tidak bisa dibandingkan dengan mawar yang ada di vas emas.

Dara         :     Meski kamu hanyalah bunga rumput, namun kamu adalah bunga tertinggi di halaman. Lagipula apa hebatnya jadi mawar? Kamu harus merawatnya hanya untuk dipetik dan dimasukkan ke vas emas seperti yang kau katakan. Lalu menunggunya layu…

Anothai  :     Anothai tidak akan membiarkan Dara seperti itu. Dara harus menjadi lebih dari mawar yang ada di vas emas.

Dara         :     Kenapa kamu menginginkan aku seperti itu? Aku tidak ingin menjadi apapun. Aku hanya ingin menjadi Dara yang akan selalu bersama Anothai selamanya.

 

 

# Bertengkar

Episode ini adalah episode dimana untuk pertama kalinya lagu Laaw Tur Ja Kao Jai diputar. T_T

 “Anothai…jika kau ingin melakukan tugasmu, jangan libatkan cintaku didalamnya”

“Kamu selalu menggunakan Yasothorn untuk mengartikan aksimu. Tapi apakah kamu pernah menghargai perasaanku? Kenapa kau bisa menjadi begitu kasar? Apakah aku tidak ada artinya untukmu?”

~~ Dara

Bagian ini adalah bagian terakhir yang ada engsubnya. Jadi untuk yang selanjutnya…dipahami dengan bahasa hati hehehe.

 

@ Episode 9

# Bertemu diam-diam di pojok istana

 

 

@ Episode 11

# Rapat pertama yang dipimpin Dara

Meski tidak mengatakan apapun, namun sangat jelas terlihat dari senyumnya kalau Anothai sangat bangga pada Dara 😀

 

# Perjamuan makan malam di istana Yasothorn

Anothai mencurigai adanya seseorang yang berniat mencelakakan Puteri Dara di malam perjamuan itu, memerintahkan seluruh bawahannya untuk mengawasi dengan ketat acara itu. Sehingga membuat para tamu sedikit tidak nyaman. Hal itu membuat Dara kesal dan memerintahkannya untuk tidak perlu melakukan pengaman seperti itu. Jadinya, Anothai harus turun langsung menjaga sang puteri dengan mengikuti kemanapun sang puteri pergi. Anothai ini memang sedikit berlebihan jika menyangkut hal yang berhubungan dengan Dara. Bahkan saat ibunya ingin bicara dengan Dara saja, dia ikut-ikutan. Akhirnya kena marah deh hehehe.

Saking berlebihannya mengawal sang puteri, sampai-sampai mengganggu acara, akhirnya malah membuat Anothai dikeluarkan dari ruang pesta.

Suka dengan aksi heroik Anothai yang ini…

 

# Menjenguk Anothai di rumah sakit

 

Sebenarnya masih banyak lagi adegan yang kusukai, yang tidak dapat kutuliskan disini…so, kali ini sampai di sini dulu ya.

Oh ya,,,kali ini ternyata lebih banyak dialognya. Soalnya hampir semua dialog mereka berdua itu aku sukai. Jadi ya…gitu deh 😀

Ah…saat menuliskan dialognya, aku lebih sering menggunakan “Dara” dan “Anothai” bukan “aku” atau “kamu”, itu karena mereka saat berhadapanpun saling memanggil dengan nama, bukan dengan sebutan kamu atau aku. Tapi justru itulah bagian yang paling sweet dari mereka 😀

Advertisements

About diahaksaeng

Suka menonton drama-drama yang menarik
This entry was posted in Drama and tagged , , . Bookmark the permalink.

2 Responses to Anothai & Dara Momen di Luerd Kattiya

  1. susan says:

    Ending cerita nya gimana ya ? Aku suka takut liat drama yg sad ending (-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩_-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩)

    • diahaksaeng says:

      Waduh…sorry deh, aq ga suka ngasih spoiler…tonton aja deh. Ga bakal nyesal kok..
      Ceritanya bnr2 bgs. Satu hal yg bs kukash tw…cinta Dara hnya utk Anothai bgitupun juga cinta Anothai hnya utk Dara 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s