Masih Perlukah Razia Handphone di Sekolah?

Minggu lalu kami dikejutkan dengan kabar Hp adikku disita sekolahnya gara-gara ada temannya yang ketahuan menyimpan video porno. Menanggapi hal ini, Eomma Appa sih biasa saja. Yang tidak biasa malah kakak-kakaknya hehehe. Seperti biasa reaksi yang agak berlebihan pasti datang dari Keun Eonni. Maklum saja, orangnya memang agak lebay hahaha. Sampai berniat ingin datang ke sekolahnya. Untung sekarang dia ada diluar daerah. Kalau tidak, sudah pasti dia bakalan nekat datang ke sekolah adikku buat marah-marah hahaha.

no-handphone

Sebenarnya aku juga awalnya menanggapinya dengan biasa saja. Namun setelah beberapa hari kemudian, ternyata hape-nya belum juga dikembalikan membuatku mulai merasa tidak senang juga. Karena kalau hanya ingin mengecek kartu memorinya, rasanya tidak perlu waktu selama itu (kalau tidak salah hape disita hari kamis, baru dikembalikan hari senin). Udah begitu, kartu sim-nya juga tidak boleh diambil. Padahal kalau setidaknya kartu sim-nya boleh diambil, dia tidak akan segalau itu, karena bisa memakai hape yang nganggur di rumah. Ini tidak…bahkan katanya ada bapak dari temannya yang datang ke sekolah untuk mengambilkan hape anaknya saja ditolak.

Meski adikku mengatakan gwaenchana, tapi sebenarnya memang an-gwaenchana. Setiap hari kerjaannya miscall nomornya sendiri ㅋㅋㅋㅋㅋ Maklum saja, sejak punya hape, memang dia tidak pernah jauh dari hapenya. Walau kadang dia sendiri juga suka curi-curi pulsa mami dan papi. Tapi setidaknya hapenya tidak pernah disita oleh mami papi. Ini malah orang lain yang mengambil.

Ah,,,ini jadi mengingatkanku pada suatu kejadian yang sebenarnya tidak ada hubungannya dengan penyitaan hape. Tapi ini kejadian lucu (menurut kami bersaudara), yang kemudian juga menjadi bahan olokan kami semua hahaha. Ceritanya, saat lebaran kemarin seperti biasa keluarga besar mami akan berkumpul dirumah nenek. Nah, si mangnae dongsaeng ini pakai acara membawa-bawa kebiasaannya dirumah ke tempat ramai. Dia slow aja tuh memakai celana pendek yang super pendek (setengah paha) dan berjalan mondar-mandir dirumah nenek. Bagi kami sih, karena sudah biasa melihatnya begitu jadi sama sekali tidak masalah. Nah disitukan ada ramai orang lain (paman, bibi dan para sepupu maksudnya). Jadinya dia ditegur nenek “anak gadis tidak boleh memakai pakaian yang pendek” LOL

Begitu pulang kerumah…hal itu jelas menjadi bahan olokan kakak-kakaknya hahaha. Menanggapi hal itu, apa komentarnya… “mami papi aja ga pernah negur aku (memakai pakaian pendek maksudnya), makanya aku santai aja…” Secara kalau dirumah itu, diakan anak bungsu, jadi semua orang rumah itu masih menganggap dia itu anak kecil. Jadi kalau dia memakai pakaian yang menampakkan aurat itu terlihat wajar dimata kami. Jangan dia, kakak-kakaknya saja kadang masih begitu kalau dirumah sedang tidak ada papi. Kalau ada papi sih tidak berani, soalnya pasti ditegur ㅋㅋㅋㅋㅋ.

Balik lagi ke masalah penyitaan hape. Sebenarnya menurutku sih masih wajar-wajar saja itu dilakukan. Apalagi ternyata ada yang ketahuan menyimpan barang-barang tidak senonoh itu. Meskipun kalau menggunakan prinsip HAM, menyimpan hal itu sah-sah saja. Tapi karena masih usia sekolah, maka sudah sewajarnya mematuhi peraturan sekolah. Namun, rasanya juga tidak perlu menahan hape siswa lain yang tidak menyimpan hal-hal itu sampai beberapa hari. Bahkan pada awalnya, rencananya hape yang disita itu baru akan dikembalikan setelah mid. Tapi karena ada satu dan lain hal, barulah para gurunya berubah pikiran.

Hal ini membuatku berandai-andai. Jika hape-ku juga turut disita, apakah akan bermasalah ya? Soalnya banyak menyimpan video TK2H, termasuk adegan kissing-kissing itu. Kata adikku, hape kakak kelasnya yang menyimpan fotonya sedang berpegangan tangan dengan pacarnya saja bermasalah, maka hape-ku juga pasti tidak akan aman LOL.

Advertisements

About diahaksaeng

Suka menonton drama-drama yang menarik
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

One Response to Masih Perlukah Razia Handphone di Sekolah?

  1. citraniech says:

    Hwuaaa sm dgn aku, adikku juga kena razia hpnya, trus dpt edaran br akan dikembalikan pd saat bg raport ntar artinya msh 2-3 bulan lg >.< . ortu mah biasa aja. Akunya yg kesel abis, kok hrs segitu lamanya dibalikkin. Klo mau kasih efek jera kan tinggal panggil ortu aja biar ortu yg ksh peringatan, kok malah harus ditahan selama itu 😦

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s