Lebaran 2014

Meski agak telat, aku ingin mengucapkan selamat hari raya Idul Fitri bagi yang merayakan. Jika selama ini ada postingan-postinganku yang tersalah kata, baik yang kusengaja ataupun tidak, mohon dimaafkan 😀

Lebaran kali ini terasa sangat berbeda dari lebaran-lebaran sebelumnya, dan menjadi lebaran yang sangat berkesan untukku sehingga tidak akan bisa terlupakan begitu saja. Dimulai dari kesehatanku yang agak terganggu. Sebenarnya itu dimulai dari hampir seminggu sebelum lebaran. Aku mulai batuk-batuk dan sering masuk angin. Tapi dasar akunya memang tidak terlalu mengganggap itu sesuatu yang serius. Jadi ya kubiarkan saja. Nanti juga bisa sembuh sendiri, begitu pikirku waktu itu. Selain itu, aku memang sangat sangat sangat tidak suka minum obat. Kecuali aku sudah benar-benar tidak tahan barulah aku minum obat, kalau tidak ya tetap dibiarkan begitu saja.

BATUKTapi ternyata kondisiku sama sekali tidak membaik, malah batukku semakin parah. Mulai terasa sangat sangat mengganggu, akhirnya kuputuskan untuk mengkonsumsi obat batuk. Parahnya, setelah beberapa kali minum obat, yang tadinya aku hanya batuk berdahak, kini malah ditambah dengan pilek. Batuknya juga sama sekali tidak mengalami perubahan. Aku juga sih bandel. Minum obat tapi minum minuman dingin + es masih tetap lanjut. Namanya juga bulan puasa, kalau berbuka sudah menjadi kebiasaan dengan air dingin hehehe. Jadi ya…gitu deh 😛

kakaotalkpoopNamun sejak lebaran, aku berusaha mengurangi minum minuman dingin. Tapi tetap saja sama sekali tidak ada perubahan. Malah terasa semakin menyakitkan. Apalagi ditambah pilek yang menyebabkan susah bernapas. Akhirnya minum obatnya kuhentikan. Tidak hanya sampai disitu. Saat 3 hari lebaran, aku terkena diare, padahal hari itu kami sekeluarga akan mudik ke rumah wehalmeoni (nenek dari pihak ibu). Awalnya aku mengira ini cuma hal biasa yang seringnya disebabkan oleh masuk angin. Karena memang biasanya jika aku masuk angin, perutku mules. Namun semua itu akan berakhir hanya dengan diolesi sedikit minyak angin. Jadi kali inipun aku mengira akan seperti itu. Ternyata oh ternyata….dari subuh sampai jam 7 pagi saja kira-kira sudah 7 kali aku bolak balik ke kamar kecil. Huhhhhhh!!!! Neomu himdeureo!!! Sebenarnya uri Eomma sudah berkali-kali menyuruhku untuk minum obat. Tapi memang dasar anaknya bandel jadi ya tetap bertahan. Saking keras kepalanya membuatku harus berulang kali ke kamar kecil termasuk saat dalam perjalanan 😦

Sepertinya ini adalah diare terparah yang kualami sepanjang hidupku. Karena biasanya, jika aku diare akibat salah makan atau apalah itu, semua itu bisa berhenti sendiri tanpa mengkonsumsi obat-obatan.

Tiba di rumah halmeoni, aktivitas ke kamar kecil tetap berlanjut. Aigooo, jinca himdeureo. Akhirnya aku mengalah… Akupun mengkonsumsi obat diare yang sering muncul di iklan itu loh. Meski begitu, perilaku anti obat tetap berlaku. Sebenarnya aku disuruh minum obatnya 2 tablet sekaligus. Tapi, sekali keras kepala tetap saja keras kepala. Aku hanya meminum satu tablet saja hahaha. Akibatnya diare masih saja tetap berlanjut. Lalu nenekku menyuruhku untuk meminum air daun jambu apalah itu namanya, dan tumben-tumbennya aku jadi anak baik mau-mau saja meminumnya. Ternyata semua itu juga tidak terlalu membantu. Meski begitu, alhamdulilah periode ke kamar kecil itu mulai lebih lama. Tapi kemudian aku menyesal telah meminum air daun jambu itu. Semua itu karena setelah meminum itu, aku jadi sering bersendawa. Parahnya, tiap bersendawa selalu terasa air daun jambu itu lagi. Bahkan saat aku menelan ludah saja akan terasa seperti itu. Tidak peduli apapun makanan minuman yang kumasukkan ke mulutku, yang terasa saat sendawa tetap saja rasa air itu. Aigoooo!!!

Meski batuk + diare yang menyebalkan itu, besok paginya, sehabis sholat subuh, aku bersama kakak dan adikku nekat berjalan kaki menuju pantai yang jaraknya memang tidak terlalu jauh dari rumah uri Imo, tempat kami menginap. Hanya sekitar setengah jam berjalan kaki. Meski sudah subuh dan matahari sudah terbit, tapi jalanan masih tampak cukup gelap karena tertutup kabut. Maklum waktu itu sudah lama hujan tidak pernah turun. Bahkan parit saja sudah kering kerontang. Sama sekali tidak ada airnya.

Jalan yang harus kami tempuh menuju family beach-_-

Dengan bersusah payah melangkahkan kaki setapak demi setapak, akhirnya kami sampai juga di pantai yang masih tidak tersentuh oleh tangan pemerintah. Jadi masih murni. Karena itu pengunjungnya hanya kami sekeluarga. Sehingga kami sering menyebutnya family beach. Tapi justru karena sepi, maka para pengunjung (kami maksudnya hehehe) bebas melakukan apa saja. Yang jelas, kami bisa melakukan hal-hal yang tidak bisa dilakukan saat berada di tempat umum yang ramai pengunjung kkkkk. Tapi kami tetap tahu aturan kok…tenang saja hahaha.

Ini beberapa foto pantai tempat kami berendam ria sekitar hampir 1 jam. Para model sudah dipastikan tidak akan muncul di foto-foto ini. Soalnya pose para model terlalu seksi untuk ditampilkan di depan umum hahaha

Pohon-pohon kelapa yang ada itu tidak ada pemiliknya, jadi dibebaskan bagi pengunjung pantai jika ingin meminum airnya. Tapi, berhubung pohonnya sangat tinggi dan tidak ada satupun diantara kami yang bisa memanjat pohon kelapa. Jadinya ya…hanya bisa melihat saja. Bodohnya lagi, karena terlalu terburu-buru pergi, kami malah sama sekali tidak membawa apapun termasuk air >.<

Untungnya, saat dipantai, meski batuk tetap menyerang tak kenal waktu, tapi diarenya bisa istirahat. Ternyata diare juga tahu aturan hehehe. Tapi, begitu pulang, diarenya juga kembali lagi.

Siangnya kami bergegas pulang karena kami mendapat kabar yang mengejutkan kalau teman uri Appa yang juga masih ada hubungan keluarga dengan kami itu, meninggal dunia. Jika dalam perjalanan mudik kemarin itu aku ingin ke kamar kecil karena diare, maka dalam perjalanan pulang aku malah selalu merasa ingin buang air kecil. Ah…aku benar-benar tidak tahu apa yang terjadi pada diriku. Jadinya, setiap melewati mesjid, aku akan berhenti hanya untuk pipis hoho.

Lebaran hari ke-6, sesuai rencana, kami sekeluarga akan pergi ke Bajau Bay di Singkawang. Untuk itu, aku yang masih menderita diare, akhirnya mengalah dan mau minum obat yang sebenarnya dari awal sudah disarankan oleh my mom. Soalnya, tidak lucukan kalau di tempat ramai aku masih saja bolak-balik toilet. Dan Alhamdulillah, setelah minum obat itu, diare akhirnya pergi. Meski perutku tetap masih terasa sakit, tapi setidaknya aku tidak perlu lagi bolak-balik ke kemar kecil.

Lalu kenapa sih aku begitu bersikeras untuk tidak minum obat itu dari awal, jika hanya dengan meminum satu kapsul saja sudah bisa sembuh? Obat apakah itu? Yuppp, antibiotik. Aku tahu kalau aku meminum obat itu, kemungkinan untuk sembuh akan sangat besar. Namun aku juga tahu yang namanya antibiotik itu mesti diminum sampai habis, tidak boleh terputus-putus. Makanya, meski aku memang menghindari semua obat, namun aku paling menghindari yang namanya antibiotik itu. Jadi biasanya kalau aku sedang sakit dan mendapatkan resep yang ada antibiotiknya, maka antibiotiknya pasti tidak ku minum. Jangan ditiru ya saudara-saudara hehehe 😛

Kembali ke topik awal. Tempat tujuan kami kali ini adalah Bajau Bay yang terletak di daerah Singkawang. Sebenarnya aku juga bingung dengan namanya. Karena orang-orang daerah sekitar termasuk kami juga menyebutnya dengan Tanjung Bajau. Tapi begitu tiba di lokasi, di situ tertulis Bajau Bay. Seperti biasa, kakakku yang sepanjang perjalanan tidak pernah bisa diam langsung mengeluarkan komentar klasiknya.

KE               :   Oh, namanya Bajau Bay. Eh, tapi Bay itukan artinya teluk. Jadi ini namanya Teluk Bajau, bukan Tanjung Bajau?

Karena sudah terlalu lelah, jadi tidak ada yang menggubris omongannya hahaha.

Aku sendiri juga tidak tahu yang mana yang benar. Tahu sih pengertian secara harfiah kedua kata itu. Tapi saat datang ke situ tidak terlalu memperhatikan. Lagipula teluk dan tanjung itu juga akan selalu berdampingan. Jadi anggap saja keduanya benar 😀

Beberapa lokasi yang kami kunjungi 😀

Sayang waktu itu lautnya sedang surut, jadi ada beberapa permainan tidak bisa dimainkan 😦

Sebenarnya, kalau ingin melihat pemandangan yang lebih keren lagi itu harus ke Rindu Alam yang letaknya juga tidak terlalu jauh dari Bajau Bay ini. Tapi karena jadwal sudah terpaket jadi tidak punya waktu. itu saja, sebenarnya kami masih ingin main lagi tapi sudah keburu ditelpon suruh pulang -_-

Biar tidak penasaran, ini foto saat aku berkunjung ke Rindu Alam beberapa tahun yang lalu.

 

Begitulah perjalananku sepanjang lebaran tahun ini. Bagaimana dengan kalian?

Advertisements

About diahaksaeng

Suka menonton drama-drama yang menarik
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s